TENTANG KABAENAONLINE

kabaenaonline.webs.com menyediakan berbagai layanan, seperti blog (berita) dan kotak pesan. yang berfungsi untuk memuat semua referensi tentang apa saja, khususnya tentang Pulau Kabaena dan beberapa hal yang terkait dengan perusahaan affiliasi. Pastikan Anda membaca Kebijakan Privasi kami, yang tersedia di website yaitu http://kabaenaonline.webs.com/apps/tos/ Download RealPlayer SP for FREE

LENGORA KE SIKELI

Di bagian kaki tebing terdapat gua yang unik, tidak jelas asal-usul peruntukan gua tersebut namun di dalamnya terdapat ruangan tidur, dapur dan lain-lain layaknya rumah tinggal biasa. Jelajah gua ini dimungkinkan dan dapat menggunakan jasa pemandu lokal. Meneruskan perjalanan, kita akan tiba di Desa Tedubara yang terletak di kaki bawah Gunung Sangiang.
Gunung dengan ketinggian 1.000-an m ini terkenal akan keindahan serta keunikan puncaknya, yang sekilas mirip dengan wajah manusia yang sedang menengadah. Tepat di apit di lereng atas Sangiang dan Gunung Tangkeno di sebelah selatannya, terdapat desa tertinggi di Kabaena yaitu Tangkeno yang memiliki ketinggian 550 m dpl. Pemandangan di desa ini sunggguh indah, diapit hijaunya perbukitan menjulang dengan horizon laut di kejauhan. Keindahan desa dan keramahan penduduk daerah ini diabadikan dalam dendangan lagu daerah khas Sulawesi Tenggara.
Kembali ke Tedubara, desa ini adalah juga menjadi simpang perjalanan menuju Sikeli di Kabaena Barat dan Phising di Kabaena Utara. Phising dapat ditempuh sejauh satu jam ke arah utara, berupa sebuah desa nelayan dengan rumah-rumah yang sederhana namun memiliki pemandangan teluk membiru indah yang diapit perbukitan di sekelilingnya. Perjalanan sepanjang Tedubara hingga Phising melewati kaki bukit dan hutan yang sebagian sudah dihuni oleh para transmigran.
Ujung barat pulau Kabaena adalah Sikeli, kota kecamatan yang terletak di pinggir laut. Yang menarik di sini adalah terdapatnya kerangka utuh paus yang dahulu terdampar. Tidak diketahui persis apa spesiesnya, namun kerangka mamalia paus tersebut dijuluki ‘Raja Baena’ oleh penduduk setempat. Kondisinya sekarang sudah memprihatinkan, sebagian besar tulangnya sudah keropos oleh usia dan uap air laut serta ditu tupi lumut.
Untuk melestarikan kerangka tersebut, pemerintah setempat  membangun bangunan perma nen. Selain itu, tentu saja pemandangan khas desa nela yan yang indah terbentang di pesisir dengan sebagian rumah dari Suku Bajo dibangun di atas tumpukan batugamping yang disusun, merangkai pemandangan indah di saat matahari terbenam. Kota Sikeli ini merupakan kota paling ramai di Kabaena dan jalur pelayaran dari Makassar-Sulawesi Selatan pun terbuka di sini. Sikeli adalah tujuan akhir sebagai penutup perjalanan lintas Kabaena ini. AddThis Social Bookmark Button Try SimplyHosting.com for one whole month for just

BERGABUNG DISINI

Google Translator

Subscribe To Our Site

Share on Facebook

Fanpage